Loncat ke konten
News

Lansia di Pekalongan Dicoret Bansos karena Diduga Judol, Padahal Tak Punya HP

Penerima Manfaat: Pasangan lansia Darmi (63) dan Dayat (77), warga Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Permasalahan: Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang biasa mereka terima dicoret/disetop oleh sistem sejak awal tahun karena terindikasi judi online (judol). Kejanggalan: Pasangan lansia ini berada di kelompok ekonomi terbawah (desil satu), buta huruf (tidak bisa baca/tulis), dan sama sekali tidak memiliki ponsel.

Muhammad Rayhan 2 menit baca 3 kali dibaca
Lansia di Pekalongan Dicoret Bansos karena Diduga Judol, Padahal Tak Punya HP  — News

Mata Pencaharian Hanya Rp3 Ribu Seminggu, Lansia Buta Huruf di Pekalongan Justru Dicoret dari Bansos Gegara Tudingan Judi Online

Nasib apes dan pilu menimpa pasangan lansia asal Pekalongan, Jawa Tengah, Darmi (63) dan suaminya Dayat (77). Di tengah keterbatasan ekonomi dan fisik untuk memenuhi kebutuhan harian, hak bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang biasa mereka andalkan mendadak dihentikan oleh pemerintah akibat terdeteksi indikasi aktivitas judi online.

Keputusan pemutusan tersebut dinilai sangat janggal oleh pihak Desa Kayugritan maupun tetangga sekitar. Pasalnya, pasangan lansia yang tinggal bersama seorang anak dengan gangguan jiwa ini hidup dalam kondisi buta huruf alias tidak bisa membaca dan menulis. Boro-boro bermain judi online, untuk sekadar memiliki atau mengoperasikan telepon seluler (smartphone) saja mereka tidak mampu.

Belakangan terungkap bahwa kejanggalan ini dipicu oleh ulah oknum tetangga mereka yang masih remaja. Pada akhir tahun lalu, KTP milik Darmi sempat dipinjam oleh remaja tersebut dengan imbalan uang tunai sebesar Rp25.000. Kuat dugaan, identitas lansia tersebut disalahgunakan tanpa sepengetahuan pemiliknya hingga tercatat dalam sistem pemantauan judi online nasional.

Dampak dari penghentian bansos ini dirasakan sangat berat. Untuk menyambung hidup, Darmi dan suaminya hanya mengandalkan pekerjaan memotong benang sisa jahitan (primbas) dengan upah tak seberapa, yaitu sekitar Rp3.000 dalam sepekan. Jika uang tersebut tidak cukup untuk membeli beras, mereka terpaksa bergantung pada uluran tangan kedermawanan tetangga sekitar, kepala desa, atau mencari pinjaman.

Pemerintah Desa Kayugritan sudah berupaya melayangkan sanggahan resmi dan melampirkan surat pernyataan bermaterai untuk memulihkan hak bansos milik Darmi. Namun, hingga kini proses verifikasi di tingkat Kementerian Sosial masih menggantung tanpa kepastian, meninggalkan pasangan lansia tersebut dalam jerat ketidakpastian ekonomi.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait

Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran — Nasional
Nasional

Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran

Keputusan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran di luar negeri membawa konsekuensi hukum, kebangsaan, dan keselamatan jiwa yang sangat berat. Secara hukum, tindakan ini melanggar Pasal 199 KUHP yang mengancam pelaku dengan pidana penjara paling lama enam tahun karena bergabung atau berlatih dengan kekuatan militer asing. Selain ancaman pidana, WNI yang terlibat juga terancam kehilangan status kewarganegaraannya serta membuat posisi diplomasi Indonesia melemah ketika mereka t

· Muhammad Rayhan · 2 menit baca

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas  — News
News

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 373,3 miliar yang difokuskan pada penguatan operasional dan teknis program pemenuhan gizi. Alokasi dana ini utamanya ditujukan untuk standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta penyelenggaraan pelatihan bagi para petugas penyaji makanan. Langkah tersebut diambil guna memastikan kualitas, keamanan, dan tata kelola penyediaan gizi berjalan sesuai pedoman yang ditetapkan

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras  — Internasional
Internasional

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras

Peristiwa: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan akan memberikan balasan keras terhadap serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Pernyataan Utama: Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump menyatakan, "Kami akan memukul mereka dengan keras. Akan ada respons". Kondisi Pertahanan: Trump mengklaim bahwa sistem pertahanan udara AS berhasil mencegat sebagian besar proyektil serangan yang masuk.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji — News
News

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji

Peristiwa: Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) laki-laki berusia 57 tahun ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Fuji, Jepang. Kronologi Kejadian: Korban memulai pendakian bersama rombongan tur dari Pos 5 Fuji-Yoshida pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Setelah jeda makan siang, korban terpisah dari rombongan dan tidak muncul di titik pertemuan yang disepakati. Korban kemudian ditemukan oleh pendaki lain dalam posisi tergeletak tengkurap di jalur pendakian.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca