Suasana di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI kembali memanas seiring hadirnya gelombang massa aksi baru pada Selasa (27/8). Untuk mengantisipasi potensi kericuhan dan kemacetan parah di jalur protokol, aparat kepolisian bergerak cepat mencegat rombongan yang baru tiba sebelum mereka mendekati gerbang utama.
Barikade beton dan kawat berduri tampak membentang di sejumlah titik akses menuju area parlemen. Petugas gabungan yang bersiaga langsung melakukan penyekatan dan imbauan secara persuasif agar kelompok massa tidak merangsek masuk ke area steril. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya eskalasi jumlah demonstran yang terus berdatangan dari berbagai arah.
Proses pencegatan sempat diwarnai adu argumen antara koordinator lapangan dan petugas keamanan. Massa menuntut akses penuh untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung di depan gedung rakyat, sementara aparat berpatokan pada aturan batas wilayah penyampaian pendapat demi keamanan bersama.
Meski situasi sempat memegang, konsolidasi di lapangan akhirnya melunakkan ketegangan. Polisi mengarahkan rombongan massa susulan tersebut ke titik kumpul yang telah disediakan tanpa membubarkan aksi secara paksa. Hingga sore hari, penjagaan ketat di sekitar Gedung DPR terus diberlakukan guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan.