Loncat ke konten
News

Stok Rudal Patriot AS di Eropa Menipis, Perang Iran Jadi Salah Satu Penyebab

Masalah Utama: Stok rudal pertahanan udara Patriot milik AS yang ditempatkan di Eropa dilaporkan menipis hingga memicu kekhawatiran aliansi NATO. Penyebab Utama: Pengalihan besar-besaran amunisi pertahanan udara ke Timur Tengah untuk menangkal serangan drone dan rudal dalam konflik AS-Iran yang terus berlanjut. Selain itu, bantuan rudal berkelanjutan ke Ukraina sejak 2022 turut menyedot persediaan. Data Persediaan: Menurut analisis CSIS, konflik dengan Iran telah menghabiskan sekitar 65%

Muhammad Rayhan 1 menit baca 6 kali dibaca
Stok Rudal Patriot AS di Eropa Menipis, Perang Iran Jadi Salah Satu Penyebab — News

Pengalihan ke Timur Tengah Picu Kekhawatiran Menipisnya Stok Rudal Patriot AS di Eropa

Persediaan rudal pencegat pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat di kawasan Eropa kini menghadapi tekanan berat. Eskalasi konflik militer antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang mempercepat pengurasan cadangan persenjataan tersebut, di samping pengiriman bantuan militer yang terus mengalir ke Ukraina.

Pengalihan alokasi amunisi secara masif ke kawasan Timur Tengah dilakukan guna menangkis gelombang serangan rudal balistik dan drone. Berdasarkan kalkulasi lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS), tingkat penggunaan rudal dalam mengatasi konflik Iran diperkirakan telah menyedot hingga 65 persen dari total stok Patriot AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pejabat militer Eropa terkait kesiapan sistem pertahanan NATO jika harus menghadapi potensi ancaman udara secara mendadak.

Meski demikian, pihak Departemen Pertahanan AS (Pentagon) bersama pejabat senior NATO dengan tegas membantah anggapan bahwa stok persenjataan mereka telah berada dalam kondisi kritis. NATO menyatakan masih memiliki kapasitas dan cadangan amunisi yang memadai untuk melindungi wilayah sekutu.

Sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan pasokan global, NATO telah menyiapkan pembentukan fasilitas produksi rudal Patriot baru di Jerman. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan armada pencegat udara bagi negara-negara anggota aliansi di masa mendatang.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait

Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran — Nasional
Nasional

Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran

Keputusan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran di luar negeri membawa konsekuensi hukum, kebangsaan, dan keselamatan jiwa yang sangat berat. Secara hukum, tindakan ini melanggar Pasal 199 KUHP yang mengancam pelaku dengan pidana penjara paling lama enam tahun karena bergabung atau berlatih dengan kekuatan militer asing. Selain ancaman pidana, WNI yang terlibat juga terancam kehilangan status kewarganegaraannya serta membuat posisi diplomasi Indonesia melemah ketika mereka t

· Muhammad Rayhan · 2 menit baca

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas  — News
News

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 373,3 miliar yang difokuskan pada penguatan operasional dan teknis program pemenuhan gizi. Alokasi dana ini utamanya ditujukan untuk standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta penyelenggaraan pelatihan bagi para petugas penyaji makanan. Langkah tersebut diambil guna memastikan kualitas, keamanan, dan tata kelola penyediaan gizi berjalan sesuai pedoman yang ditetapkan

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras  — Internasional
Internasional

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras

Peristiwa: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan akan memberikan balasan keras terhadap serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Pernyataan Utama: Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump menyatakan, "Kami akan memukul mereka dengan keras. Akan ada respons". Kondisi Pertahanan: Trump mengklaim bahwa sistem pertahanan udara AS berhasil mencegat sebagian besar proyektil serangan yang masuk.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji — News
News

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji

Peristiwa: Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) laki-laki berusia 57 tahun ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Fuji, Jepang. Kronologi Kejadian: Korban memulai pendakian bersama rombongan tur dari Pos 5 Fuji-Yoshida pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Setelah jeda makan siang, korban terpisah dari rombongan dan tidak muncul di titik pertemuan yang disepakati. Korban kemudian ditemukan oleh pendaki lain dalam posisi tergeletak tengkurap di jalur pendakian.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca