Loncat ke konten
Nasional

Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran

Keputusan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran di luar negeri membawa konsekuensi hukum, kebangsaan, dan keselamatan jiwa yang sangat berat. Secara hukum, tindakan ini melanggar Pasal 199 KUHP yang mengancam pelaku dengan pidana penjara paling lama enam tahun karena bergabung atau berlatih dengan kekuatan militer asing. Selain ancaman pidana, WNI yang terlibat juga terancam kehilangan status kewarganegaraannya serta membuat posisi diplomasi Indonesia melemah ketika mereka t

Muhammad Rayhan 2 menit baca 3 kali dibaca
Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran — Nasional

Pertaruhkan Nyawa dan Status Kewarganegaraan, Ini Risiko Berat WNI Jadi Tentara Bayaran

Fenomena Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergiur menjadi tentara bayaran atau bergabung dengan angkatan militer asing di zona konflik kembali menyita perhatian. Tawaran finansial seperti gaji bernilai fantastis, tunjangan sosial, hingga kemudahan memperoleh kewarganegaraan asing kerap menjadi daya pikat utama. Namun, di balik iming-iming menggiurkan tersebut, ada harga mahal dan konsekuensi fatal yang harus ditanggung oleh para pelaku.

Dari segi hukum, aturan di Indonesia melarang keras warganya berpartisipasi dalam angkatan perang negara lain. Berdasarkan Pasal 199 KUHP, WNI yang terbukti bergabung, bertempur, atau mengikuti latihan militer di luar negeri dapat dijatuhi hukuman pidana penjara hingga enam tahun. Tidak berhenti di situ, tindakan ini juga berpotensi mencabut status kewarganegaraan RI pelaku secara otomatis, sekaligus menyulitkan posisi tawar diplomasi pemerintah Indonesia di panggung internasional ketika harus memberikan perlindungan hukum.

Guna menekan maraknya kasus ini, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan proses hukum di hilir. Pemerintah bersama lembaga intelijen perlu bersinergi untuk mendeteksi jaringan perekrutan serta potensi indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sejak dari dalam negeri. Langkah pengawasan ketat di pintu keberangkatan dan sosialisasi masif mengenai risiko menjadi tentara bayaran sangat diperlukan agar warga negara tidak mempertaruhkan masa depan dan nyawanya demi tawaran semu di negeri orang.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas  — News
News

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 373,3 miliar yang difokuskan pada penguatan operasional dan teknis program pemenuhan gizi. Alokasi dana ini utamanya ditujukan untuk standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta penyelenggaraan pelatihan bagi para petugas penyaji makanan. Langkah tersebut diambil guna memastikan kualitas, keamanan, dan tata kelola penyediaan gizi berjalan sesuai pedoman yang ditetapkan

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras  — Internasional
Internasional

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras

Peristiwa: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan akan memberikan balasan keras terhadap serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Pernyataan Utama: Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump menyatakan, "Kami akan memukul mereka dengan keras. Akan ada respons". Kondisi Pertahanan: Trump mengklaim bahwa sistem pertahanan udara AS berhasil mencegat sebagian besar proyektil serangan yang masuk.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji — News
News

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji

Peristiwa: Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) laki-laki berusia 57 tahun ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Fuji, Jepang. Kronologi Kejadian: Korban memulai pendakian bersama rombongan tur dari Pos 5 Fuji-Yoshida pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Setelah jeda makan siang, korban terpisah dari rombongan dan tidak muncul di titik pertemuan yang disepakati. Korban kemudian ditemukan oleh pendaki lain dalam posisi tergeletak tengkurap di jalur pendakian.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

Jelang Malam Jakarta Mendadak Hujan, Simak Prediksi Lengkap BMKG  — News
News

Jelang Malam Jakarta Mendadak Hujan, Simak Prediksi Lengkap BMKG

Peristiwa: Wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan mendadak jelang malam hari, meskipun periode saat ini secara umum berada pada fase musim kemarau. Sebaran Hujan: BMKG melaporkan bahwa hujan turun secara tidak merata. Beberapa titik di wilayah Jabodetabek mengalami intensitas hujan ringan hingga sedang pada skala lokal. Faktor Penyebab: Fenomena hujan lokal ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk aktivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang diselenggarakan untuk menekan polusi

· Muhammad Rayhan · 2 menit baca