Upaya peningkatan kualitas dan keamanan pangan terus dimaksimalkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai bentuk komitmen nyata, BGN resmi mengalokasikan dana sebesar Rp 373,3 miliar yang dikhususkan untuk membenahi infrastruktur teknis dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan. Anggaran ini menjadi pijakan utama dalam memastikan seluruh rantai operasional program gizi berjalan seragam dan profesional.
Fokus utama pemanfaatan dana tersebut menyasar pada dua sektor krusial, yakni standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelatihan intensif bagi para petugas penyaji. Langkah pembenahan dapur dilakukan agar proses pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan serta keamanan pangan yang ketat. Sementara itu, pelatihan bagi petugas bertujuan membekali SDM dengan pemahaman mendalam terkait higienitas, porsi gizi seimbang, dan tata cara pelayanan yang responsif di masyarakat.
Melalui kebijakan pembenahan dari hulu ke hilir ini, BGN optimistis program pemenuhan gizi tidak hanya berdampak pada kuantitas penerima manfaat, tetapi juga pada mutu layanan. Penguatan sarana fasilitas dan kompetensi petugas diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam menciptakan sistem pelayanan gizi nasional yang andal, aman, dan berkelanjutan.