Loncat ke konten
News

Budi Arie: Banyak yang Ingin Adu Domba Jokowi dan Prabowo

Sinyal Usaha Provokasi: Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menilai ada pihak-pihak tertentu yang secara sengaja berusaha memecah belah dan mengadu domba hubungan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Klarifikasi Soal Video Viral: Pernyataan tersebut disampaikan guna mengklarifikasi potongan video dirinya yang sempat viral mengenai spekulasi "percepatan Pemilu 2029" atau skenario kemasyarakatan abnormal. Kondisi Hubungan Tokoh: Budi Arie menegaskan bahwa hub

Muhammad Rayhan 2 menit baca 2 kali dibaca
Budi Arie: Banyak yang Ingin Adu Domba Jokowi dan Prabowo  — News

Menepis Spekulasi Keretakan: Di Balik Narasi "Adu Domba" Jokowi-Prabowo

Dinamika politik pasca-transisi kepemimpinan kerap diwarnai oleh spekulasi perselisihan antar-aktor utama. Narasi dugaan pengaduan domba antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto yang dilontarkan oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mendadak menjadi sorotan publik. Pernyataan ini muncul menyusul ramainya sorotan atas spekulasi politik seputar dinamika kepemimpinan nasional.

Dari kacamata komunikasi politik, tuduhan adu domba acap kali digunakan sebagai alat pertahanan status quo untuk membendung isu-isu liar yang berkembang. Budi Arie berargumen bahwa hubungan erat yang terjalin antara Jokowi dan Prabowo sejatinya didasari kesadaran akan pentingnya persatuan. Keretakan di tingkat elite dinilai hanya akan mengganggu fokus jalannya roda pemerintahan.

Namun di sisi lain, reaksi kritis dari barisan partai politik pendukung pemerintah juga memunculkan dimensi berbeda. Sebagian politisi beranggapan bahwa wacana atau istilah yang dilemparkan ke publik justru memunculkan persepsi ketidakpastian baru. Ketika sebuah klaim mengenai "upaya memecah belah" dipublikasikan secara terbuka, hal tersebut secara tidak langsung mengonfirmasi adanya ketegangan terselubung yang sedang berlangsung di balik layar politik nasional.

Pelajaran penting dari dinamika ini adalah perlunya kedewasaan dalam mengelola komunikasi publik dari para elite politik. Mengedepankan narasi konsolidasi dan stabilitas sangat vital agar iklim politik nasional tetap kondusif, ketimbang terus memperpanjang polemik mengenai siapa yang saling mengadu domba di panggung politik.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait

Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran — Nasional
Nasional

Harga yang Harus Dibayar Mahal Saat WNI Jadi Tentara Bayaran

Keputusan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran di luar negeri membawa konsekuensi hukum, kebangsaan, dan keselamatan jiwa yang sangat berat. Secara hukum, tindakan ini melanggar Pasal 199 KUHP yang mengancam pelaku dengan pidana penjara paling lama enam tahun karena bergabung atau berlatih dengan kekuatan militer asing. Selain ancaman pidana, WNI yang terlibat juga terancam kehilangan status kewarganegaraannya serta membuat posisi diplomasi Indonesia melemah ketika mereka t

· Muhammad Rayhan · 2 menit baca

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas  — News
News

BGN Anggarkan Rp 373,3 Miliar untuk Standarisasi Dapur hingga Pelatihan Petugas

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 373,3 miliar yang difokuskan pada penguatan operasional dan teknis program pemenuhan gizi. Alokasi dana ini utamanya ditujukan untuk standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta penyelenggaraan pelatihan bagi para petugas penyaji makanan. Langkah tersebut diambil guna memastikan kualitas, keamanan, dan tata kelola penyediaan gizi berjalan sesuai pedoman yang ditetapkan

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras  — Internasional
Internasional

Trump Ancam Balas Serangan Iran ke Pangkalan AS: Kami Akan Pukul Keras

Peristiwa: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan akan memberikan balasan keras terhadap serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Pernyataan Utama: Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump menyatakan, "Kami akan memukul mereka dengan keras. Akan ada respons". Kondisi Pertahanan: Trump mengklaim bahwa sistem pertahanan udara AS berhasil mencegat sebagian besar proyektil serangan yang masuk.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji — News
News

WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji

Peristiwa: Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) laki-laki berusia 57 tahun ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Fuji, Jepang. Kronologi Kejadian: Korban memulai pendakian bersama rombongan tur dari Pos 5 Fuji-Yoshida pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Setelah jeda makan siang, korban terpisah dari rombongan dan tidak muncul di titik pertemuan yang disepakati. Korban kemudian ditemukan oleh pendaki lain dalam posisi tergeletak tengkurap di jalur pendakian.

· Muhammad Rayhan · 1 menit baca